- Advertisement -spot_img
BerandaHukumTragedi "Ruangan Penuh" RSUD Jatisari, Tatang Suryadi Desak Bupati Copot Dirut yang...

Tragedi “Ruangan Penuh” RSUD Jatisari, Tatang Suryadi Desak Bupati Copot Dirut yang Tak Becus Urus Nyawa

- Advertisement -spot_imgspot_img

KARAWANG | jelajahberita.click | – Sebuah rekaman video amatir mendadak memanaskan lini masa media sosial di Kabupaten Karawang.

Video tersebut merekam momen memilukan sekaligus memuakkan, seorang pasien perempuan yang sedang kritis, tergeletak tak berdaya di kursi mobil, diduga ditolak dan ditelantarkan oleh oknum petugas RSUD Jatisari dengan dalih klasik, Ruangan Penuh.

Dalam video berdurasi singkat namun menyesakkan dada tersebut, terlihat seorang pasien wanita berbaju kuning terbaring lemas dengan mata terpejam di dalam kabin mobil.

Tidak ada ranjang rumah sakit, tidak ada tabung oksigen yang terpasang, hanya keputusasaan keluarga yang terekam jelas.

Suara pria dalam video tersebut bergetar hebat antara tangis dan amarah.

Ia menyorot gerbang dan lobi RSUD Jatisari yang tampak tenang, kontras dengan kondisi darurat yang dialami keluarganya.

“Assalamualaikum, saya atas nama keluarga korban kecewa dengan pelayanan RSUD Jatisari. Disitu hanya melayani tensi dan ngomong masalah ruangan penuh. Tidak ada dokter yabg sementara di IGD itu langsung tangani. Mereka cuma bilang ruangan penuh bukan penanganan pertama dulu yang diutamakan,” ungkapnya sebagaimana dalam vidio yang viral.

“Tolong bagi pak bupati, dinas sosial, tolong ya di cek untuk RSUD Jatisari. Ketika penuh kami mengerti, tapi tolong penanganan dulu. Jangan berpikir kami mencari ruangan tapi kami butuh penanganan. Tolong pak bupati, tolong kami butuh penanganan pertama minimal,” ucapnya pilu.

Keluarga pasien mengaku sangat terpukul. Mereka datang berharap pertolongan, namun justru disuguhi tembok dingin birokrasi rumah sakit yang lebih mementingkan administrasi ruangan daripada prosedur life-saving.

Kejadian ini memancing reaksi keras dari Tatang Suryadi, pemerhati kebijakan publik dari Masyarakat Peduli Pemerintahan Negara (MPPN).

Menurut Tatang, insiden RSUD Jatisari ini bukan pertama kalinya, sepengetahuan dirinya sempat juga tersiar kabar terjadi kepada istri seorang jurnalis Karawang.

Ditegaskan Tatang, Ini adalah bukti nyata kegagalan manajemen kesehatan di bawah kepemimpinan Bupati Karawang.

Tatang menilai, alasan ruangan penuh tidak boleh menjadi pembenaran untuk membiarkan pasien tanpa penanganan pertama (emergency response).

“Ini sangat memalukan! RSUD Jatisari itu dibayar pakai pajak rakyat. Kejadian di Jatisari ini menunjukkan bahwa sistem kesehatan kita sedang ‘sakit’. Saya menyenggol keras Ibu Direktur RSUD Jatisari jangan hanya sibuk dengan agenda seremonial dan pencitraan di media sosial, sementara pasien harus bertaruh nyawa di parkiran rumah sakit karena ditolak oknum petugas,” tegas Tatang Suryadi dengan nada bicara tajam.

Tatang menambahkan bahwa Dinas Kesehatan harus melakukan audit total terhadap SOP di RSUD Jatisari.

“Kalau manajemennya tidak becus, ganti Direkturnya! Jangan sampai rakyat menganggap RSUD itu tempat orang mati, bukan tempat orang berobat. Bupati harus turun tangan, berikan sanksi tegas, jangan cuma diam melihat rakyatnya diperlakukan seperti pengemis medis,” tambahnya.

Sementara itu, sadar dirinya menjadi bulan-bulanan publik, pihak RSUD Jatisari akhirnya muncul ke permukaan.

Dalam video susulan yang beredar dimedia sosial, terlihat pihak rumah sakit mengundang orang tua pasien untuk melakukan mediasi.

Direktur RSUD Jatisari dr. Annisah mengakui adanya kekurangan dalam pelayanan dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Pihak keluarga, yang tampak lelah secara fisik dan mental, akhirnya menerima permohonan maaf tersebut meski dengan catatan besar “Pelayanan harus berubah”.

Diketahui, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan secara tegas menyatakan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, dilarang menolak pasien dalam keadaan darurat dan wajib memberikan pelayanan penyelamatan nyawa terlebih dahulu.

Reporter : Ind

Bagikan Artikel
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
POLITIK
- Advertisement -spot_img

NASIONAL

BERITA LAINNYA

PERISTIWA

TOP NEWS

DAERAH

HUKUM & KRIMINAL

- Advertisement -spot_img