- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaProyek Pamsimas Rp 2 Miliar di Landak Mangkrak, Diduga Ada Penyimpangan!

Proyek Pamsimas Rp 2 Miliar di Landak Mangkrak, Diduga Ada Penyimpangan!

- Advertisement -spot_imgspot_img

KALBAR | JELAJAHBERITA.CLICK | Pelaksanaan kegiatan Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Sebatih, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, yang bertujuan menyediakan air minum bersih dan meningkatkan akses pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat, kini menuai kekecewaan. Proyek yang didanai dari APBD ini, hingga kini belum dirasakan manfaatnya oleh warga.

Warga setempat mengungkapkan bahwa sejak dibangun, mereka belum pernah merasakan manfaat dari program Pamsimas ini. “Sangat disayangkan air dari pembangunan Pamsimas ini tidak bisa dimanfaatkan. Diduga proyek ini mangkrak sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” ujar salah seorang warga.

Di tengah musim kemarau, keberadaan Pamsimas seharusnya sangat dibutuhkan untuk memenuhi keperluan air bersih. Warga Desa Sebatih sangat berharap air Pamsimas bisa digunakan untuk menyuplai kebutuhan air bersih, baik di musim kemarau maupun saat musim hujan.

Menurut keterangan warga, bangunan Pamsimas tersebut belum sempat digunakan sama sekali sejak awal dibangun. Proyek Pamsimas dengan pagu dana mencapai Rp2 miliar yang bersumber dari dana APBD melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kabupaten Landak ini sangat disayangkan karena terbengkalai dan diduga mangkrak.

Berdasarkan plank proyek, tercantum Pemerintah Kabupaten Landak, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat, Program pengelolaan dan pengembangan sistem penyediaan air minum, pengerjaan pembangunan baru SPAM jaringan perpipaan Desa Sebatih, Kecamatan Sengah Temila. Nilai kontrak proyek ini adalah Rp1.964.821.000,00 (satu miliar sembilan ratus enam puluh empat juta delapan ratus dua puluh satu ribu rupiah) dengan nomor kontrak 600.1.16/16/SPK/Fisik/DPUPRPERA-CK/2024. Waktu pelaksanaan proyek adalah 150 hari kalender, bersumber dari dana DAK, dengan penyedia jasa oleh CV. GHEA INGE dan konsultan supervisi CV. DAFFANDRA POROSTUDIO.

Kepala Desa Sebatih, Patrik Hariyadi, S.Pd, mengungkapkan keluhan masyarakat di Dusun Tolong, Dusun Marimpakuk, dan Dusun Panangom yang merasa sangat kecewa dengan proyek tersebut. “Proyek yang memakan anggaran hampir 2 miliar, tapi air tidak mengalir dan tidak bisa digunakan,” ungkapnya.

Patrik Hariyadi menambahkan bahwa pengerjaan proyek tersebut terkesan asal-asalan dan hingga kini belum diserahkan oleh kontraktor ke desa. “Masa pemeliharaan 120 hari kerja, tapi pihak kontraktor sampai sekarang tidak pernah datang,” ujarnya.
turut menyoroti proyek Pamsimas yang terbengkalai ini. Tim.Investigasi menyatakan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Kami menduga ada kejanggalan dalam pelaksanaan proyek ini. Indikasi korupsi atau penyimpangan anggaran harus diusut tuntas oleh aparat penegak hukum,” tegas Jolkarnaini. Minggu (19/10/25).

juga akan melakukan investigasi mendalam terkait spesifikasi proyek, proses tender, dan pelaksanaan di lapangan. “Jika ditemukan bukti-bukti yang cukup, kami tidak segan-segan melaporkan kasus ini ke pihak berwajib,”

Bagikan Artikel
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
POLITIK
- Advertisement -spot_img

NASIONAL

BERITA LAINNYA

PERISTIWA

TOP NEWS

DAERAH

HUKUM & KRIMINAL

- Advertisement -spot_img