KARAWANG | JELAJAHBERITA.CLICK | Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli menyampaikan salam perpisahan di hadapan para camat, lurah dan kepala desa se-Kabupaten Sumedang secara daring, Senin (17/2/2025). Salam perpisahan tersebut disampaikan Yudia mengingat masa kepeimpinan dirinya sebagai Pj. Bupati di Kabupaten Sumedang akan segera habis.
Yudia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh camat, lurah dan kepala desa atas dedikasi, loyalitas dan kerja kerasnya selama ini untuk bersama-sama mendukung program pembangunan di Kabupaten Sumedang. “Saya ucapkan terima kasih atas kerjasamanya selama ini, kami telah membangun sinergi dangan sangat harmonis, kami bersatu padu, bahu membahu memberikan pelayanan kepada masyarakat Sumedang,” ungkapnya.
Yudia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam menjalankan penyelenggaraan pemerintahan terdapat hal-hal yang kurang berkenan. “Atas nama pribadi dan keluarga, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, apabila dalam penyelenggaraan pemeritahan selama 9 bulan ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan dan belum sesuai harapan,” ucapnya.
Menurut Yudia, selama masa kepemimpinannya berbagai program dan kebijakan telah dilaksanakan dalam memajukan Kabupaten Sumedang. “Selama ini saya dibantu oleh para camat, lurah dan kepala desa beserta jajarannya, sehingga saat ini capaian indikator makro Kabupaten Sumedang telah menunjukan perubahan signifikan, seperti penurunan angka kemiskinan ekstrem, penurunan angka stunting, penuruna angka pengangguran, peningkatan pelayanan publik, dan berbagai macam penghargaan,” ujarnya.
Yudia mengungkapkan para camat, lurah dan kepala desa agara melanjutkan pembangunan yang telah dirancang bersama. “Selamat melanjutkan langkah pembangunan, mewujudkan Sumedang Mandala, sebagai mana RPJPD tahun 2025-2045. Dimana ini bukan sekedar sebuah perencanaan, tetapi merupakan panduan yang akan mengarahkan pembangunan di Kabupaten Sumedang untuk 20 tahun kedepan,” tuturnya.
Terakhir Yudia berpesan kepada para camat, lurah dan kepala desa, bisa menjalankan amanahnya untuk memimpin rakyat di desa. “Karena kemiskinan ekstrem itu adalah rakyat kepala desa, dan Pemda Kabupaten Sumedang berkewajiban untuk mengorkestrasi, memobilisasi, program-program pemerintah. Tetapi pada dasarnya ujung tombak dari suksesnya program ada di para kepala desa dan lurah,” imbuhnya.
(Sumber sumedangkab.go.id)





