—
Oleh: Unengsih, Mahasiswa UIMA Angkatan 6 Tahun 2025, S2 SEKDA
Karawang|Jelajahberita.Click.Di tengah peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN), Puskesmas Kalangsari menghadirkan program pemeriksaan ibu dan anak yang menurut saya memiliki arti penting bagi masyarakat. Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi langkah nyata untuk memastikan kesehatan generasi penerus melalui skrining sederhana namun penuh dampak.
Menurut saya, pemeriksaan ibu hamil, balita, dan ibu menyusui merupakan pilar utama dalam menekan risiko komplikasi kesehatan sejak dini. Banyak kondisi seperti kurang gizi, anemia, hingga gangguan tumbuh kembang dapat terdeteksi lebih cepat ketika pemeriksaan rutin dilaksanakan. Program seperti ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan preventif tanpa harus menunggu munculnya gejala penyakit.
Saya juga melihat kedekatan petugas kesehatan dengan masyarakat menjadi kekuatan besar di Puskesmas Kalangsari. Cara mereka memberikan edukasi, mendengarkan keluhan, dan membangun kepercayaan membuat warga merasa diterima dan diperhatikan. Hubungan seperti ini penting karena tidak semua ibu merasa percaya diri untuk memeriksakan diri apabila tidak ada pendekatan yang humanis dan komunikatif.
Meski demikian, menurut pandangan saya, tantangan tetap ada. Mulai dari keterbatasan sumber daya hingga rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan berkala. Banyak ibu mungkin menunda datang jika merasa sehat, padahal kondisi kehamilan dan tumbuh kembang anak tidak selalu terlihat dari luar. Oleh sebab itu, program seperti HKN ini perlu diperluas dan dilakukan secara berkesinambungan, bukan hanya pada momen tertentu.
Saya berharap ke depannya program pemeriksaan ibu dan anak di Puskesmas Kalangsari dapat menjadi contoh bagi puskesmas lain. Dengan konsistensi, dukungan pemerintah, dan partisipasi masyarakat, pelayanan kesehatan dasar dapat menjadi fondasi kuat untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini menunjukkan bahwa langkah kecil di tingkat puskesmas mampu membawa dampak besar apabila dilakukan dengan komitmen dan kepedulian.
Sebagai mahasiswa UIMA Angkatan 6 tahun 2025 dari program S2 SEKDA, saya memandang program ini sebagai bukti bahwa intervensi pelayanan publik di sektor kesehatan memegang peranan vital dalam membangun kualitas hidup masyarakat. Puskesmas bukan hanya tempat berobat, tetapi pusat pergerakan edukasi kesehatan yang harus terus didukung dan diperkuat.
Red





