- Advertisement -spot_img
BerandaInspirasiJejak Karier Dr. Yosminaldi: Dari HR Manager hingga Tokoh Pengembangan SDM Nasional

Jejak Karier Dr. Yosminaldi: Dari HR Manager hingga Tokoh Pengembangan SDM Nasional

- Advertisement -spot_imgspot_img

JAKARTA | jelajahberita.click | – Nama Dr. Yosminaldi, S.H., M.M. dikenal luas di kalangan praktisi sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang Human Resource Development (HRD), pria asal Padang, Sumatera Barat ini telah menjadi salah satu tokoh yang berkontribusi dalam pengembangan manajemen SDM, hubungan industrial, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja nasional.

Perjalanan panjang tersebut bermula dari kebiasaan sederhana saat masa kecil. Sejak usia enam tahun, Yosminaldi telah gemar membaca koran dan berbagai bahan bacaan yang memperluas wawasan intelektualnya. Kegemaran itu kemudian membentuk karakter pembelajar yang terus melekat hingga kini.

Lahir di Padang pada 16 Januari 1965, sosok yang akrab disapa Bang Yos ini tumbuh dengan minat besar terhadap ilmu pengetahuan. Dari komik dan majalah, minat bacanya berkembang ke buku-buku politik, filsafat, hukum, hingga isu-isu sosial kemasyarakatan. Ketertarikannya terhadap dunia hukum mengantarkannya menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Andalas dengan konsentrasi Hukum Tata Negara pada 1983.

Semangat belajar yang tinggi membuatnya terus meningkatkan kompetensi akademik. Setelah berkarier di dunia industri, ia melanjutkan pendidikan Magister Manajemen Sumber Daya Manusia di Universitas Mercu Buana dan lulus pada 2013. Empat tahun kemudian, ia berhasil meraih gelar doktor di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Tiga Dekade Berkiprah di Dunia HR

Karier profesional Yosminaldi dimulai pada 1990 sebagai Junior HRD Staff di salah satu anak perusahaan Bimantara Group. Seiring waktu, ia meniti karier di berbagai perusahaan nasional maupun multinasional yang bergerak di sektor survei, elektronik, jasa keamanan, hingga logistik.

Pengalaman lintas industri tersebut membentuk kemampuannya dalam mengelola sumber daya manusia dengan karakteristik yang beragam. Salah satu fase penting dalam perjalanan kariernya adalah saat menjabat sebagai Senior HR Manager di PT East Jakarta Industrial Park (EJIP), kawasan industri terpadu di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Selama sekitar 15 tahun mengabdi di kawasan industri tersebut, Bang Yos terlibat dalam pengelolaan ribuan tenaga kerja serta menangani berbagai dinamika hubungan industrial yang kompleks.

“Total 30 tahun saya bergelut di dunia HRD. Dunia ini mengajarkan saya tentang karakter manusia, kepemimpinan, serta pentingnya komunikasi yang efektif dalam lingkungan kerja yang beragam,” ujar Yosminaldi.

Tetap Produktif Setelah Pensiun

Memasuki masa pensiun pada 2020, aktivitas urang awak yang selalu penuh semangat ini justru semakin padat. Ia aktif berbagi ilmu sebagai dosen dan praktisi di sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) Kementerian Ketenagakerjaan RI, Lembaga PPM Jakarta, serta Universitas Pertiwi Bekasi.

Selain mengajar, ia juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri (FKLPI) Pusat yang menjadi jembatan kolaborasi antara dunia pendidikan, pelatihan kerja, industri, dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia sejak 2017 sd 2024.

Di berbagai forum nasional, Yosminaldi juga dikenal aktif memberikan pandangan sebagai Narasumber dan Moderator di sejumlah seminar, diskusi dan “talkshow” mengenai transformasi dunia kerja, pengembangan kompetensi tenaga kerja, digitalisasi SDM, hingga tantangan hubungan industrial di era industri modern.

Memimpin ASPHRI dan Mendorong Pembangunan SDM

Kiprah Yosminaldi yang juga Advokat ini semakin dikenal luas sejak memimpin Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPHRI). Pada saat ASPHRI didirikan tahun 2008, beliau dipercaya sebagai Ketua Umum organisasi yang menghimpun para praktisi dan profesional SDM dari berbagai sektor industri di Indonesia.

“saya sbg salah seorang Pendiri ASPHRI (9 orang pendiri ASPHRI) dan dipercaya menjadi Ketua Umum sejak didirikan tahun 2008. Tahun 2010 sd 2012 disaat beliau mendapatkan kesempatan bekerja di sebuah perusahaan Australia di Kalimantan Timur, jabatan Ketua Umum ASPHRI digantikan oleh Alm Heriyanto Jaz. Namun setelah “pulang kandang” ke PT. EJIP pada tahun 2012, beliau kembali dipercaya oleh teman2 Praktisi HRD menjadi Ketua Umum ASPHRI sampai sekarang. Terakhir melalui Munas ASPHRI 2024, Master Trainer PPM ini terpilih dengan suara terbanyak dalam Kompetisi sehat dan demokratis , dengan mengalahkan 2 kandidat lainnya.

Di bawah kepemimpinannya, ASPHRI aktif menyelenggarakan seminar nasional, pelatihan, sertifikasi, kajian kebijakan ketenagakerjaan, hingga forum diskusi yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan pelaku industri. Organisasi tersebut juga kerap menjadi mitra strategis sejumlah lembaga seperti Kementerian Ketenagakerjaan, Bappenas, Kanwil dan Dinas Ketenagakerjaan, Perguruan tinggi, serta berbagai asosiasi profesi lainnya.

Belakangan, ASPHRI juga aktif menggelar diskusi publik terkait perkembangan regulasi ketenagakerjaan, termasuk berbagai kebijakan baru yang berdampak terhadap dunia usaha dan pekerja.

“Saya percaya, membangun Indonesia tidak cukup hanya dengan infrastruktur. Yang lebih penting adalah membangun kualitas manusianya. SDM yang unggul adalah fondasi utama kemajuan bangsa,” tegasnya.

Filosofi Hidup: Belajar dan Memberi Manfaat

Di tengah kesibukannya sebagai akademisi, praktisi, dan narasumber berbagai forum nasional, Bang Yos tetap menjalani kehidupan yang seimbang. Ia menyalurkan hobinya melalui aktivitas membaca, jogging, dan bermain golf.

Sebagai kepala keluarga, ia juga menikmati perannya sebagai ayah dari dua putri dan kakek dari seorang cucu. Bagi Yosminaldi, usia bukanlah penghalang untuk terus berkembang dan berbagi pengalaman kepada generasi berikutnya.

“Usia boleh bertambah, tetapi semangat belajar dan berbagi ilmu tidak boleh berhenti. Selama masih bisa memberikan kemanfaatan, saya akan terus berkarya,” pungkasnya.

Perjalanan hidup Dr. Yosminaldi menjadi contoh bahwa semangat pantang menyerah, ketekunan belajar, pengalaman lapangan, serta komitmen untuk berbagi ilmu dapat mengantarkan seseorang menjadi figur yang berpengaruh dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Bagikan Artikel
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
POLITIK
- Advertisement -spot_img

NASIONAL

BERITA LAINNYA

PERISTIWA

TOP NEWS

DAERAH

HUKUM & KRIMINAL

- Advertisement -spot_img