BANDUNG | Jelajahberita.click– Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bekasi mendorong setiap kecamatan memiliki pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.
Upaya tersebut menjadi salah satu arah program kerja Dekranasda Kabupaten Bekasi Tahun 2027 dalam meningkatkan daya saing UMKM agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Hal tersebut disampaikan Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Bekasi, Nia Yuniawati Asep, saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di Pendopo Kota Bandung, Selasa (15/9/2026).
Menurut Nia, Kabupaten Bekasi memiliki potensi UMKM yang cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah. Oleh karena itu, potensi tersebut perlu dipetakan dan dikembangkan secara berkelanjutan agar setiap kecamatan memiliki produk yang dapat menjadi ciri khas sekaligus produk unggulan daerah.
“Untuk rencana kerja Dekranasda Kabupaten Bekasi tahun 2027, kami ingin setiap kecamatan memiliki UMKM yang bisa menjadi unggulan. Kemudian kita upgrade bersama, dari kualitas produknya, branding-nya, sampai pemasarannya, sehingga bisa masuk ke tingkat nasional dan ke depan dikenal di kancah internasional,” ujar Nia.
Ia menegaskan bahwa upaya meningkatkan kelas UMKM tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kualitas produk. Berbagai aspek lainnya, seperti kemasan, branding, identitas usaha, serta kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produk, juga perlu mendapatkan perhatian.
“UMKM harus terus naik kelas. Bukan hanya dari sisi produknya, tetapi juga dari kualitas, branding, kemasan, hingga bagaimana mereka membangun identitas produknya agar semakin dikenal dan memiliki daya saing,” katanya.
Nia menilai potensi tersebut menjadi modal penting bagi Kabupaten Bekasi untuk mengembangkan UMKM secara lebih terarah. Pemerintah daerah bersama Dekranasda akan terus memberikan motivasi dan pendampingan, sekaligus membuka akses pemasaran agar produk UMKM semakin berkualitas dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
“Kabupaten Bekasi sangat mampu untuk membawa UMKM-nya naik kelas. Potensinya ada, pelakunya juga ada. Tinggal bagaimana kita memberikan motivasi, pendampingan dan membuka akses agar produk-produk UMKM kita bisa semakin berkualitas dan memiliki branding yang kuat,” tuturnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, Dekranasda, pelaku UMKM, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diharapkan dapat membuat pengembangan UMKM berjalan lebih terarah dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Rakerda Dekranasda Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 menjadi forum untuk memperkuat sinergi antara Dekranasda Provinsi Jawa Barat dengan Dekranasda kabupaten/kota. Dalam kegiatan tersebut turut dibahas berbagai program unggulan Dekranasda kabupaten/kota untuk Tahun 2027.
Rangkaian Rakerda juga menampilkan parade produk unggulan dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat sebagai bentuk promosi dan pengenalan terhadap potensi kerajinan daerah.





